Foto Bandung Tempo Dulu Part1

Dijual Buku Antik dan Langka

HALLO BANDOENG-WIETEKE VAN DORT


HALLO BANDOENG-WIETEKE VAN DORT
‘t Oude moedertje zat bevend
Op het telegraafkantoor
Vriend’lijk sprak de ambt’naar
Juffrouw, aanstonds geeft Bandoeng gehoor
Trillend op haar stramme benen
Greep zij naar de microfoon
En toen hoorde zij, o wonder
Zacht de stem van hare zoon

refrain:
“Hallo! Bandoeng!"
"Ja moeder hier ben ik!"
"Dag liefste jongen”, zegt zij met een snik
"Hallo, hallo!
Hoe gaat het oude vrouw?"
Dan zegt ze alleen:
"Ik verlang zo erg naar jou!"

Lieve jongen, zegt ze teder
Ik heb maandenlang gespaard
‘t Was me om jou te kunnen spreken
M’n allerlaatste gulden waard
En ontroerd zegt hij dan:
"Moeder Nog vier jaar, dan is het om
Oudjelief, wat zal ‘k je pakken
Als ik weer in Holland kom!"

refrain
“Jongenlief”, vraagt ze, "hoe gaat het Met je kleine bruine vrouw?"
"Best hoor”, zegt hij, "en we spreken
Elke dag hier over jou
En m’n kleuters zeggen ‘s avonds
Voor het slapen gaan een gebed
Voor hun onbekende opoe
Met een kus op jouw portret"

refrain
"Wacht eens, moeder”, zegt hij lachend "
‘k Bracht mijn jongste zoontje mee"
Even later hoort ze duidelijk
“Opoe lief, tabeh, tabeh!”
Maar dan wordt het haar te machtig
Zachtjes fluistert ze:
"O Heer Dank dat ‘k dat heb mogen horen…"
En dan valt ze wenend neer

"Hallo! Bandoeng!"
"Ja moeder hier ben ik!"
Ze antwoordt niet.
Hij hoort alleen ‘n snik
"Hallo! Hallo!…" klinkt over verre zee
Zij is niet meer en het kindje roept: "Tabeh"



Lagu "Hallo! Bandoeng" ini diciptakan pada tahun 1929 pada saat hubungan telepon negeri Belanda – Hindia Belanda (Indonesia) mulai operasional pada bulan Januari 1929. Sebelumnya hubungan komunikasi antara ke dua tempat yang berjauhan itu hanya melalui surat dan telegraf.
Lagu ini pertama kali dinyanyikan oleh Willy Derby dan kemudian  dinyanyikan kembali oleh  kelahiran  Wieteke van Dort.








" PEDAGANG KELILING DI BANDUNG TEMPO DULU "

Foto yang diambil dari sebuah Kartu pos ini bergambar seorang pedagang keliling dari etnis Cina yang menjajakan kain sutera (1920'an) Kartu pos ini diterbitkan oleh L.A.Lezer Bandung. Sampai sekarang pedagang keliling seperti ini masih ada di kota Bandung dan sekitarnya walaupun tidak sebanyak seperti dulu. Barang yang dijajakan lebih sering tidak dibawa dan si-penjaja hanya membawa contoh barang dagangannya bahkan kadangkala hanya daftar barang yang akan dijajakan lengkap dengan spesifikasi teknis barang.




" PEDAGANG ONCOM TEMPO DULU "

Foto pedagang keliling yang menjajakan oncom menggunakan rak bambu yang dipikul (1920'an). Oncom adalah makanan hasil fermentasi khas Priangan yang mirip dengan tempe.
Bila tempe dibuat dari kedelai,oncom dibuat dari bungkil kacang tanah Gorengan oncom yang sangat terkenal di Bandung Tempo Dulu dimasa kolonial adalah Oncom Milo di Grote Lengkongweg (Jln.Lengkong Besar) tahun 1930'an. Dinamai Oncom Milo karena sang pedagang mempunyai anak yang berhasil masuk sekolah MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs).






Bandung Tempo Dulu






Dijual Buku Antik dan Langka Sastra Sejarah Dll
Dijual Majalah Cetakan Lama
Dijual Buku Pelajaran Lawas

Postingan terkait

Saya JAY SETIAWAN
tinggal di kota Bandung. Selain iseng menulis di blog, juga menjual buku-buku bekas cetakan lama. Jika sahabat tertarik untuk memiliki buku-buku yang saya tawarkan, silahkan hubungi Call SMS WA : 0821 3029 2632. Trima kasih atas kunjungan dan attensinya.

Foto Bandung Tempo Dulu Part1

Posting Komentar