Penemuan Fosil Binatang dan Manusia Purba di Jawa Barat

Dijual Buku Antik dan Langka





Fosil Binatang dan Manusia Purba 
Proses penghunian Pulau Jawa diperkirakan terjadi karena adanya zaman es yang diikuti oleh proses migrasi manusia dan fauna dari daratan Asia ke kawasan Nusantara (Indonesia). Berdasarkan hasil penelitian, migrasi ini didahului perpindahan binatang yang kemudian diikuti oleh manusia dan diperkirakan terjadi pada zaman Plestosen (-± 1,8 juta talum yang lain).

Sebagai bukti adanya proses migrasi awal oleh binacang dari daratan Asia ke wilayah Indonesia pada masa lalu, adalah ditemukannya sinus paleottologi tertua di daerah Bumiaytu yang terletak di sebelah selatan Tegal (Jawa Tengah) dan Rancah di sebelab timur Ciamis (Jawa Barat). Fosil tersebut yaitu Mastodon Btaniayttensis (spesies gajah )dan Rhinoceros Sonciakus (spesies badak). Bila dibandingkan dengan hasil binatang di daratan Asia, fosil-fosil tersebut berumur lebik muda dari fosil-fosil yang terdapat dalam kelompok fauna Siwalik di India.'

Berdasarkan penelitian,baik paleontologi matipun arkeologi yang dilakukan di daerah Tatar Sunda, telah ditemukan tapak-tapak hunian dari periode awal setelah terjadi migrasi dari daratan Asia ke Pulau Jawa pada masa Plestosen. Hal itu dibuktikan oleh beberapa temuan sinus paleontologi yang mengandung tinggalan fosil vertebrata dari fauna Cijulang.

Di samping itu, juga ditemukan alat-alat paleolitik yang merupakan bagian dari salah satu bentuk produk budaya prasejarah yang paling tua. Temuan yang paling spektakuler terjadi pada tahun 1999, yaitu dalam suatu penggalian di pinggir Sungai Cisanca yang terletak di Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari Kabutaten Ciamis telah ditemukan sepotong gigi seri dari manusia purba. Gigi seri ini ditemukan pada penggalian sedalam kurang lebih 7 meter pada lapisan batupasir konglomeratan dan sedikit lempungan berwama biru.

Temuan lain dalam penggalian ini adalah fragmen kecil artefak obsidian. Analisis palinologi (serbuk sari bunga) yang dilakukan old) Dr. A. A. Poulhoupessy di Laboratoritnn Geologi Kuarter Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Bandung, atas lapisan pengandung gigi manusia purba menunjukkan bahwa lingkungan pengendapannya adalah berupa back mangrove (belakang hutan bakau), yaitu dengan hadirnya polen Acrostichum, Sonneratia caseolaris, dan Dinocysts. Lingkungan pengendapan ini terletak tidak jauh dari tepi pantai.

Temuan ini sangat penting untuk menjelaskan proses penghunian manusia purba di Pulau Jawa. Sebelumnya, sering terjadi perdebatan, baik di kalangan arkeolog maupun paleontolog, mengapa di daerah ini tidak ditemukan manusia purba, sedangkan fosil binatang banyak ditemukan seperti yang tertera dalam fauna Cijulang yang berumur kurang lebih dua juta tahun yang lalu. Dan aspek geologi, seperti telah diterangkan di atas, tatar Sunda diperkirakan sebagai kawasan tenon di Pulau Jawa sehingga kolonisasi manusia purba yang pertama di Pulau Jawa dapat terjadi di daerah ini.

Penanggalan absolut belum selesai dianalisis,tetapi diperkirakan usia manusia purba di Tatar Sunda, sekalipun hanya diwakili oleh sepotong gigi seri bisa lebih tua dari yang ada di Sangiran dan di Trinil. Secara regional sisa-sisa fauna purba (binatang dan manusia) serta alat-alat batu umumnya ditemukan pada kawasan fisiografi yang setara dengan yang terdapat di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, seperti di zona Bogor, Dataran Tinggi Bandung, dan Zona Pegunungan Selatan.

Jenis-jenis fosil fauna purba yang didapatkan di kawasan tersebut atas antara lain Stegodon sp. (gajah), Hippopotamus sp. (kilda nil), Cervus sp. (rusa), Suidac sp. (babi), Bovidae (kerbau), Bos javanicus sp. (banteng), Rhinoceros sondaicus sp.(badak), dan Crocodilus sp. (Buaya).

Tempat-tempat penemuan fosil fauna purba itu antara lain situs Pasir Cabe (Subang), Baribis (Majalengka), dan Tambaksari (Ciamis). Secara fisiografis daerah-daerali temuan fosil binatang purba itu ada yang paralel dengan situs fauna purba yang telah ditemukan sebelumnya di bagian timur Pulau Jawa,seperti situs Baribis sangat paralel dengan situs Miri yang terletak di kaki selatan pegunungan Kendeng, lokasi ditemukannya artefak paleolitik tertua di Pulau Jawa yang diperkirakan berumur 900.000 tahun (periode Jaramilo).' Sumber: Sejarah Tatar Sunda thn 2003 Oleh Nina H Lubis dkk





Dijual Buku Antik dan Langka Sastra Sejarah Dll
Dijual Majalah Cetakan Lama
Dijual Buku Pelajaran Lawas

Postingan terkait

Saya JAY SETIAWAN
tinggal di kota Bandung. Selain iseng menulis di blog, juga menjual buku-buku bekas cetakan lama. Jika sahabat tertarik untuk memiliki buku-buku yang saya tawarkan, silahkan hubungi Call SMS WA : 0821 3029 2632. Trima kasih atas kunjungan dan attensinya.

Penemuan Fosil Binatang dan Manusia Purba di Jawa Barat

Posting Komentar